Dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2017, Oemah Etnik menggandeng fashion enthusiast dan influencer Tantri Namirah dalam sebuah kolaborasi fashion bertajuk ‘Rahiti’. Kolaborasi ini hadir untuk meningkatkan loyalitas generasi muda terhadap Batik Indonesia, serta untuk memperkenalkan proses membatik kepada mereka.

Rahiti’ diambil dari bahasa Tahiti yang berarti matahari terbit. Nama ini terilhami dari motif dominan pada kain batik yang berbentuk matahari. Matahari identik dengan sesuatu yang baru, serta sesuatu yang menerangi. Besar harapan Oemah Etnik agar kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi yang segar bagi penikmat fashion dan juga kain-kain tradisional. Tentunya dengan terus menciptakan inovasi-inovasi baru agar tradisi Indonesia tidak lekang oleh zaman. Motif matahari turut bersanding dengan aksen rumah-rumahan dan pepohonan. Mengingatkan kita bahwa tradisi dan budaya Indonesia adalah tempat kita berpulang, dan kepadanyalah kita harus kembali.

Selain motif baru, hadir pula motif khas Oemah Etnik bernama Chakra. Motif ini telah dikembangkan oleh Oemah Etnik sejak tahun 2016. Berbentuk roda-roda berputar yang diselingi dengan aksen serat kayu yang cantik. Dalam bahasa Sansekerta, Chakra berarti ‘roda’. Dalam hal ini, Oemah Etnik ingin membawa pesan bahwa hidup bagaikan roda yang berputar; apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. Pesan sederhana yang dituangkan dalam bentuk motif batik.

Dalam kolaborasi ini, identitas Oemah Etnik dan Tantri Namirah dilebur jadi satu. Oemah Etnik dengan potongan feminin dibalut warna-warna tanah, dan Tantri Namirah dengan gaya edgy, quirky, dengan goresan warna-warna berani. Menghasilkan satu karya yang wearable, ready-to-wear, dan fresh untuk generasi muda.

Seluruh pengerjaan koleksi ini dilakukan handmade, atau dengan tangan, oleh para pengrajin batik di Cirebon, dengan menggunakan teknik batik cap.