Beberapa waktu yang lalu, tim Oemah Etnik berkunjung ke pusat pengrajin tenun di Jepara, yaitu Tenun Troso. Disana, kami menyaksikan tahap demi tahap pembuatan sepotong kain tenun melalui serangkaian proses yang rumit, panjang, dan yang tak berhenti membuat kami kagum.

Semua berawal dari benang-benang putih ini:

 

Kemudian, benang putih dipintal melalui alat berikut:

 

Yang menghasilkan pintalan-pintalan benang seperti ini:

 

Pintalan benang tersebut lalu akan dimasukkan satu persatu ke dalam alat berikut, yang nantinya akan diikat dengan tali rapia untuk membentuk pattern/motif:

 

Mengikatkan tali rapia ke benang-benang tersebut dibantu dengan papan pola yang dibuat plastik transparan:

 

Setelah diikat satu persatu dengan tali rapia, barulah benang dicelup ke dalam warna yang diinginkan. Pencelupan warna bisa dilakukan berulang kali tergantung jumlah warna yang ada di dalam pola:

 

Setelah kering, benang-benang tersebut disisihkan satu persatu, diatur sesuai dengan pola. Ini adalah proses penting yang membutuhkan konsentrasi tinggi, sebab jika ada satu saja benang yang tidak diatur sesuai pola, maka pola keseluruhan akan berantakan:

Terakhir, barulah masuk ke proses penenunan dengan menggunakan mesin tenun yang dibuat sendiri:

T

 

Begitulah proses panjang dari pembuatan kain tenun. Tak heran jika semakin indah dan semakin kompleks pattern dalam sebuah kain tenun, maka semakin tinggi pula harganya. Sebab, di balik sepotong kain tenun terdapat cerita tentang pattern dan sekelumit proses pembuatan yang tidak sebentar.